Oktevy's Blog



Memaksimalkan Kinerja Otak dengan Musik

Kinerja Otak dengan Musik

Brain and music

Musik adalah manifestasi dari semangat dan pikiran kita. Selain itu musik juga mencerminkan keberhasilan hidup kita nantinya. (oleh : Lily Turangan)

Sudah sejak awal milenium ini, beberapa penelitian semakin membuktikan mengenai hubungan yang erat antara musik dengan otak manusia. Pada tahun 1960, sebuah institut musik didirikan di Hungaria. Hasilnya, para murid disana mendapat hasil yang luar biasa dalam pelajaran akademiknya. Kemudian, Belanda menyusul pada tahun 1968 dengan menyusun kurikulum musik bagi para siswa. Tak ketinggalan, Jepang mengikuti. Sebuah laporan ilmiah mengatakan bahwa sekolah-sekolah di Amerika yang memiliki siswa-siswa paling berprestasi adalah sekolah yang menyisihkan 20%-30% anggarannya di bidang seni, khususnya seni musik. Promosi seputar manfaat musik bagi kecerdasan sangat gencar berbeda. Bahkan, kita pun kini bisa menstimulasi kecerdasan anak sejak masih di dalam kandungan. Tetapi, sebenarnya kelebihan musik tidaklah berhenti sampai disitu. Masih ada beragam manfaat lainnya yang layak kita maksimalkan.

Music

Gunakan musik dalam keseharian kita untuk…

…Meningkatkan Konsentrasi

Sedang dilanda penasaran saat membaca novel kesayangan, namun pikiran kerap melatang kemana-mana. Mencoba berkonsentrasi, tetapi tidak bisa juga. Solusi dari Stanford University School of Medicine untuk masalah klasik ini : Bacalah sambil mendengarkan musik!

Studi yang dilakukan oleh universitas tersebut menemukan bahwa suara musik dapat menyentuh bagian otak yang mengatur konsentrasi dan membuatnya bekerja lebih giat. Ini terlihat jelas pada gambaran yang diperoleh dari FMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging). Terbukti,jika musik yangn dimainkan adalah musik klasik zaman Barok, maka otak akan bekerja dengan maksimal. Berbagai informasi yang berada di dalam otak akan diatur dengan lebih rapi dan teratur.

”Tak ada keraguan lagi. Menurut perspektif keilmuan dan penelitian yang kami lakukan, momen ketika kita mendengarkan musik mampu memberi pengaruh positikepada otak,” tegas Vinod Menon, PhD, profesor bidang psikiatri dan perilaku, sekaligus anggota penelitian.

…Mengusir Emosi Negatif

Hati sedang jengkel dan diliputi kemarahan atau stres karena mengalami banyak masalah? Putas saja CD kesukaan. Musik dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang diproduksi oleh bagian hipotalamus di otak, demikian menurut Don Campbell, seorang peneliti Internasional sekaligus pengajar dan penulis buku Heal Your Self with Music. Berfungsi sebagai painkiller alami, endorfin dapat membangkitkan rasa senang dan mengusir semua perasaan negatif yang kerap kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Saat perasaan negatif sirna, pekerjaan apa pun yang kita lakukan akan terasa lebih ringan.

…Menyembuhkan Insomnia

Sulit tidur akhir-akhir ini? Jangan-jangan ada masalah dengan kadar hormon melatonin yang diproduksi oleh bagian pinealocita di otak. Hormon melatonin adalah hormon yang dapat membuat kita mengantuk. Kekurangan melatonin bisa menyebabkan insomnia. Tetapi jangan khawatir! Menurut penelitian yang dilakukan oleh Leonid Kayumov, asisten profesor di Departemen Psikiatri, University of Toronto, ritme dan irama dari musik dapat memicu produksi hormon melatonin sehingga kondisi kita menjadi lebih rileks dan otak jadi lebih tenang.

Leonid melakukan penelitian terhadap 18 orang. Sepuluh diantaranya adalah penderita insomnia dan selebihnya mengalami gangguan kejiwaan dan kecanduan alkohol. Selama 4 minggu, mereka diminta mendengarkan musik yang telah disediakan Leonid dan para koleganya. Hasilnya, selain menjadi lebih banyak dengan bantuan terapi musik tersebut.

…Meningkatkan Semangat Olahraga

Musik adalah bahasa dunia yang paling universal. Seperti alat ajaib, musik bisa menciptakan suasana yang membangkitkan semangat dan kebersamaan dalam berolahraga. Itulah hasil penelitian terbaru dari Hampden-Sydney College di Virginia, Amerika Serikat.

Sesi olahraga menjadi lebih menyenangkan dengan bantuan musik. Akhirnya, kita pun jadi lebih semangat menjalaninya. Menurut Costas Karageorghis, PhD, seorang ahli di bidang psikologi olahraga di Brunel University, London, musik dapat menciptakan suasana ceria. Sama halnya dengan bebauan, irama musik dapat masuk hingg ke relung otak yang terdalam, yang bahasa verbal paling indah di dunia pun tak mampu melakukannya. Jadi, kalau ingin bisa rajin berolahraga, jangan lupa jadikan musik sebagai sahabat akrab. Lebih jauh lagi Costas berpesan bahwa musik dengan irama mengentak adalah jenis musik terbaik jika pilihan olahraga Anda adalah kardio, Thai Boxing, bersepeda gunung, atau jenis olahraga berirama keras lainnya.

…Mengasah Pendengaran

Sebuah studi terbaru meneliti dua kelompok relaawan yang duduk di dalam ruang gelap. Mereka diminta mendengarkan suara ”bip” yang datang dari segala arah secara acak, sekaligus memperhatikan kilatan-kilatan cahaya yang juga datang secara acak. Hasilnya, mereka yang bisa menebak hampir semua arah suara dan cahaya dengan tepat adalah mereka yang berprofesi sebagai konduktor selama lebih dari 10 tahun. Telinga dan otak mereka telah terlatih mendengarkan musik sambil memperhatikan lingkungan sekitarnya. Terbukti bahwa mereka juga adalah pendengar yang baik ketika menyimak suatu cerita. Kalau Anda ingin seperti mereka, mulailah rutin mendengarkan musik sambil melakukan berbagai pekerjaan lainnya dari sekarang.

Sumber: Majalah Prevention. November 2006.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: